My Movie Review : CAPOTE

"Bagi saya, film ini mengajak kita memahami sebuah alur cerita melalui bahasa tubuh, cool! Dan sangat recomended. Warning bagi para pencari hiburan sejati, film ini bakalan sangat tidak menghibur! Tapi bagi para penggemar kacamata…hahahaha, maksud saya para penggemar dan pencari sudut pandang, its very very pretty cool!". ****
Kisah tentang tragedi pembunuhan sadis sebuah keluarga yang tinggal di sebuah daerah terpencil di negeri Kansas dengan setting tahun 1959. Dan cerita berkembang seputar upaya polisi mengungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut. Truman Capote (Philip Seymour Hoffman) seorang jurnalis dan penulis buku terkenal sangat tertarik untuk mengangkat kisah pembunuhan tersebut. Dengan ditemani asisten wanitanya yang setia, Capote melakukan investigasi selama bertahun-tahun di lokasi tersebut demi menyelesaikan bahan penulisan untuk bukunya.
Yang terkesan menonjol dalam film ini justru bukan perkara pembunuhannya, melainkan karakter Capote yang bisa disebut "Pria Feminin", alias seorang Gay yang berperan sebagai wanita. Gaya bicaranya, gerak tubuh, dan pembawaannya yang khas-lah yang justru mampu mengantar kita memahami jalan cerita film ini. Ketika Capote menjadi sangat tertarik dan antusias untuk membantu atau lebih tepatnya bersimpati kepada salah satu dari kedua pelaku pembunuhan, yang ternyata juga memiliki karakter yang hampir serupa dengannya : seorang pria Feminin!.
Capote memutuskan untuk terus berusaha membantu kedua pelaku dengan mencarikan mereka pengacara yang hebat. Hal itu dilakukannya atas dasar simpati, dan atas dasar kepentingannya menyelesaikan karyanya. Dan segalanya berbalik 180 derajat ketika Capote akhirnya mendengar pengakuan jujur pelaku tentang bagaimana pembunuhan itu bisa terjadi.
Penyusunan cerita dengan latar belakang yang begitu mengambang…lewat begitu saja apa yang dinanti nanti pemirsa untuk mengetahui alasan yang cukup kuat tentang pembunuhan itu, kalah dengan kuatnya karakter Capote mendominasi penjiwaan dalam film ini.
